Powered by Blogger.

Other Recent Articles

Subscribe

Enter your email address below to receive updates each time we publish new content..

Privacy guaranteed. We'll never share your info.

Feature Posts

Archive

Random Post

Rating for homework-student.blogspot.com Check google pagerank for homework-student.blogspot.com

Showing posts with label XI - Biologi. Show all posts
Showing posts with label XI - Biologi. Show all posts

Thursday, May 5, 2011

Sifat Totipotensi


Dari wacana tentang bibit pisang kultur jaringan, dapat kita ketahui adanya kemampuan atau totipotensi dari sel meristem untuk menjadi individu baru.

Adanya sifat totipotensi pada jaringan tanaman untuk memperoleh  anakan seragam dalam jumlah banyak dan cepat. Sel-sel tanaman dapat tetap bersifat totipoten atau berpotensi penuh, yaitu sel-sel tersebut dapat mempertahankan potensi zigot untuk memperoleh semua bagian organisme matang.

Teori totipotensi dikemukakan oleh G. Heberland pada tahun 1898. Pada tahun 1950, F.C. Steward dan mahasiswanya memperoleh tanaman wortel utuh dari sel somatik sel floem akar wortel.
Tahapan dalam totepotensi sel-sel wortel sehingga terbentuk individu baru adalah sebagai berikut.
Floem akar tanaman wortel – Dipotong kecil-kecil masing-masing 2 mg – Ditumbuhkan pada media bernutrein – Sel-sel membelah, terbentuk kalus (jaringan yang belum terdeferensiasi) – Kalus dipisahkan dalam media nutrisi – Kalus membelah diri membentuk embrio – Terbentuk tanaman baru.

Berdasarkan sifat totipotensi, satu bagian tanaman dapat diklon menjadi tanaman identik secara genetik. Usaha memperoleh sutau individu baru dari satu sel atau jaringan dikenal sebagai kultur jaringan. Prinsip kultur  sel atau kultur jaringan sama dengan prinsip perkembangbiakan secara vegetativ dengan stek. Pada stek, setiap potongan bagian tubuh tumbuhan akan tumbuh menjadi satu individu baru. Hanya saja, pada metode kultur jaringan, sel atau jaringan ditumbuhkan untuk membentuk organisme yang memiliki bagian yang lengkap. Pemberian nutrien dan hormon tumbuh auksin dan sitokinin pada media pertumbuhannya, akan memacu pembelahan sel-sel sehingga terjadi pertumbuhan. Jika tanaman dilukai , asam traumalin akan menyembuhkan luka. Pemberian hormon auksin pada luka tersebut menyebabkan pembelahan sel berlangsung cepat dan terbentuk gumpalan halus yang disebut kalus yang belum terdiferensiasi. Sel-sel kalus tersebut dapat dikembangkan menjadi individu baru. Saat ini, kultur jaringan dikembankan dengan penambahan hormon yang sesuai kebutuhan untuk pembentukan setiap organ tumbuhan. Dengan sistem kultur jaringan, seluruh bagian tubuh tumbuhan dapat dikembangkan menjadi tanaman baru. (Solomon et al. 2005).

Keuntungan penggunaan teknik kultur adalah sebagai berikut :

1.    Bebas menentukan bagian tumbuhan yang akan dikultur
2.    Waktu yang dibutuhkan relatif singkat
3.    Tidak membutuhkan ruang yang luas
4.    Cepat menghasilkan sejumlah tanaman baru dari satu jenis tanaman.

Wednesday, May 4, 2011

Jaringan Tumbuhan dan Jaringan Hewan


Jaringan pada tumbuhan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa atau permanen. Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-seknya aktif membelah. Jaringan ini terdapat di ujung akar, ujung batang, dan cambium pada tumbuhan dikotil.  Jaringan permanen terdiri dari jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretoris.

Jaringan-jaringan akan menyusun organ. Organ tumbuhan terdiri dari akar, batang, adaun, bunga, dan biji. Akar berfungsi menyerap air dan mineral dari tanah. Batang berfungsi menguatkan tumbuhan, tempat lewatnya air dan mineral dari tanah serta hasil fotosintesis dari daun. Daun berfungsi untuk fotosintesis dan respirasi. Bunga merupakan organ reproduksi. Biji merupakan calon individu baru.

Sifat totepotensi pada jaringan tanaman dimanfaatkan untuk memperoleh anakan seragam dalam jumlah besar dan cepat melalui kultur jaringan. Kultur jaringan saat ini telah memanfaatkan penggunaan hormone tumbuh.

Jaringan penyusun hewan terdiri dari jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot dan jaringan saraf. Berdasarkan bentuknya, jaringan epitel dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu epitel pipih, epitel kubus, dan epitel batang. Berdasarkan lapisan penyusunnya, jaringan epitel dibedakan atas epitel selapis dan epitel berlapis.

Jaringan pengikat berkembang dari mesenkim. Fungsi jaringan ikat adalah sebagai penyokong dan penghubung antarorgan. Spesialisasi dari sel-sel dalam jaringan ikat membentuk berbagai sel, misalnya membentuk leukosit, sel adiposa (sel lemak), tulang ligament, dan tendon.

Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf  berupa juluran panjang dan beberapa jenis sel glia (neuroglia) yang berfungsi menyokong sel saraf. Fungsi sel saraf adalah untuk menerima dan menghantarkan rangsangan.
Organ tersusun tas jaringan-jaringan dan mempunyai fungsi tertentu, contohnya paru-paru, jantung, telingan, usus, lambung, dan hati. Letak dan bentuk organ di dalam tubuh berbeda-beda sesuai dengan fungsinya.

Bibit Pisang Kultur Jaringan


Bibit pisang kultur jaringan adalah bibit yang dihasilkan melalui biakan jaringan(sel meristem) pada media buatan dalam laboratorium (in vitro).

Tunas pisang yang masih kecil diambil dari tanaman induk terpilih (unggul). Dari tunas ini diambil titik tumbuhnya (meristem) setebal 1,5 cm3. Meristem ditanam pada medium kultur yang diperkaya dengan vitamin (hormon tumbuh) yang PH-nya diatur 5,8 dalam ruangan steril. 

Dalam ruang steril, meristem membentuk kalus dan bertunas banyak. Tunas-tunas tersebut bergerombol. Tunas yang bergerombol dipisahkan satu-satu atau dua-dua sambil dibersihkan dari lapisan daun yang menutupi titik tumbuhnya. Tunas yang dipisahkan tersebut ditumbuhkan dalam botol medium secara terpisah agar tumbuh tunas yang baru. Selama empat minggu, setiap tunas dalam botol akan menumbuhkan 4-8 tunas. Tunas-tunas baru dipisahkan lagi agar tumbuh akar. Tunas tersebut ditumbuhkan dalam medium baru ditambah dengan arang kayu dan gula untuk mempercepat pertumbuhan. Setelah tunas berekar dan tumbuh setinggi 5-6 cm, botol medium dipindahkan ke ruang teduh dengan penyiraman selama 2 minggu. Kemudian tunas-tunas tersebut siap ditanam.

Monday, April 18, 2011

Pengamatan Sel


Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. 
Buat kalian yang lagi butuh materi lengkap makalah Pengamatan Sel ini, silahkan klik button download berikut