Powered by Blogger.

Other Recent Articles

Subscribe

Enter your email address below to receive updates each time we publish new content..

Privacy guaranteed. We'll never share your info.

Feature Posts

Archive

Random Post

Rating for homework-student.blogspot.com Check google pagerank for homework-student.blogspot.com

Showing posts with label XI - Bahasa indonesia. Show all posts
Showing posts with label XI - Bahasa indonesia. Show all posts

Wednesday, March 23, 2011

RESENSI BUKU


A. IDENTITAS BUKU

Judul buku                 : Sosiologi 2 “Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat”
Penulis                       : Drs. Taufiq Rohman Dhohiri, M.S.i Drs. Tarsisius Wartono dkk
Penerbit                     : Yudhistira
Tempat Terbit            : Jakarta
Tahun Terbit              : 2006
Jumlah halaman          : 160 Halaman
Harga                        : Rp 32.500,00
Bahasa                       : Indonesia
Jenis sampul               : Soft Cover
Kategori Buku            : Pendidikan - Pengetahuan (Non fiksi)

B. SINOPSIS BUKU

Buku ini terdapat 3 bab untuk dipelajari dalam satu semester, di antaranya :

BAB 1 STRUKTUR SOSIAL

à Definisi struktur sosial
à Ciri-ciri struktur sosial
à Status dan peranan
à Fungsi struktur sosial
à Pengelompokan sosial

BAB 2 KONFIK

à Pengertian konflik
àFaktor-faktor penyebab konflik
à Bentuk-bentuk konflik
à Dampak adanya konflik
à Dampak positif konflik

BAB 3 MOBILITAS SOSIAL

à Cara untuk melakukan mobilitas sosial
à Faktor penghambat mobilitas sosial
à Bentuk mobilitas sosial
à Faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial
à Saluran mobilitas sosial
à Dampak mobilitas sosial

Dalam KTSP standar isi 2006 di setiap bab terdapat tujuan pembelajaran, kompetensi dasar dan standar kompetensi untuk para siswa.

BAB I

1.      Definisi Struktur Sosial

Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk.Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial.Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat.Susunannya bisa vertikal atau horizontal.

2.      Ciri Struktur  Sosial 
Struktur Sosial  mengacu pada hubungan-hubungan sosial yang  pokok, yang dapat memberikan bentuk dasar  pada masyarakat dan memberikan batas-batas  pada kegiatan.
Struktur Sosial mencakup semua hubungan sosial antara individu-individu pada saat tertentu.
Struktur Sosial meliputi seluruh kebudayaan dalam masyarakat.
Struktur Sosial merupakan realitas sosial yang bersifat statis dan memiliki kerangka yang membentuk suatu tatanan.
Struktur Sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat.

3.      Status dan Peranan 
Æ  Status adalah suatu  kumpulan hak dan kewajiban.
Æ  Peran adalah Perilaku yang diharapkan dari status seseorang.
Æ  Ascribed Status adalah status yang didapatkan dari keturunan.
Æ  Achieved Status adalah status yang didapatkan dengan usaha.
Æ  Assigned Status adalah status yang diberikan oleh orang lain.

4.      Fungsi  Struktur Sosial 
Fungsi - Sebagai  pengawas sosial, yakni sebagai penekan kemungkinan-kemungkinan  pelanggaran terhadap norma, nilai, dan peraturan  kelompok atau masyarakat

5.      Pengelompokan Sosial 
Æ  Diferensiasi Sosial  adalah penggolongan masyarakat dalam bidang  horisontal.
Æ  Stratifikasi Sosial adalah penggolongan masyarakat dalam bidang vertikal.

BAB II

  1. Pengertian Konflik
Konflik merupakan sebuah proses interaksi sosial manusia untuk mencapai tujuan dan cita-citanya.

  1. Faktor-Faktor Penyebab Konflik :
ü  Perbedaan antarindividu
ü  Perbedaan latar belakang kebudayaan
ü  Perbedaan kepentingan
ü  Perubahan Sosial

  1. Bentuk-Bentuk Konflik :
a)      Berdasarkan sifatnya :
1)      Konflik Destruktif
2)      Konflik Konstruktif
b)      Berdasarkan posisi pelaku yang berkonflik :
1)      Konflik Vertikal
2)      Konflik Horizontal
3)      Konflik Diagonal
c)      Berdasarkan sifat pelaku yang berkonflik :
1)      Konflik terbuka
2)      Konflik tertutup
d)      Berdasarkan konsentrasi aktivitas manusia di dalam masyarakat :
1)      Konflik sosial
2)      Konflik politik
3)      Konflik ekonomi
  1. Dampak adanya Konflik :
a)      Dampak secara langsung :
1)      Menimbulkan keretakan hubungan antara individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lainnya.
2)      Adanya perubahan kepribadian seseorang.
3)      Hancurnya harta benda dan korban jiwa.
b)      Dampak tidak langsung :
Merupakan dampak yang dirasakan oleh pihak-pihak yang tidak terlibat langsung dalam sebuah konflik.

  1. Dampak Positif adanya Konflik :
ü  Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok.
ü  Munculnya pribadi-pribadi yang kuat dan tahan uji menghadapi berbagai situasi konflik.
ü  Membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma baru.
ü  Munculnya kompromi baru apabila pihak yang berkonflik dalam kekuatan seimbang. Misalnya, adanya kesadaran dari pihak-pihak yang berkonflik untuk bersatu kembali karena dirasakan bahwa konflik yang berlarut tidak membawa keuntungan bagi kedua belah pihak.


BAB III

1.      Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya.Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. namun, ia gagal dan jatuh miskin. Proses keberhasilan ataupun kegagalan setiap orang dalam melakukan gerak sosial seperti inilah yang disebut mobilitas sosial (social mobility)

2.      Cara untuk melakukan mobilitas sosial
Secara umum, cara orang untuk dapat melakukan mobilitas sosial ke atas adalah sebagai berikut :

Р Perubahan standar hidup
Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis, melainkan akanmereflesikan suatu standar hidup yang lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status.

Р Perkawinan
Untuk meningkatkan status sosial yang lebih tinggi dapat dilakukan melalui perkawinan.

Р Perubahan tempat tinggal
Untuk meningkatkan status sosial, seseorang dapat berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru. Atau dengan cara merekonstruksi tempat tinggalnya yang lama menjadi lebih megah, indah, dan mewah. Secara otomatis, seseorang yang memiliki tempat tinggal mewah akan disebut sebagai orang kaya oleh masyarakat, hal ini menunjukkan terjadinya gerak sosial ke atas.

Р Perubahan tingkah laku
Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi, orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelasnya.Bukan hanya tingkah laku, tetapi juga pakaian, ucapan, minat, dan sebagainya.Dia merasa dituntut untuk mengkaitkan diri dengan kelas yang diinginkannya.

Р Perubahan nama
Dalam suatu masyarakat, sebuah nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Gerak ke atas dapat dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial yang lebih tinggi.
Contoh: Di kalangan masyarakat feodal Jawa, seseorang yang memiliki status sebagai orang kebanyakan mendapat sebutan "kang" di depan nama aslinya. Setelah diangkat sebagai pengawas pamong praja sebutan dan namanya berubah sesau dengan kedudukannya yang baru seperti "Raden"

3.      Faktor penghambat mobilitas sosial

Ada beberapa faktor penting yang justru menghambat mobilitas sosial. Faktor-faktor penghambat itu antara lain sebagai berikut :

Р Agama, seperti yang terjadi di India yang menggunakan sistem kasta.
Р Diskriminasi Kelas dalam sistem kelas terbuka dapat menghalangi mobilitas ke atas. Hal ini terbukti dengan adanya pembatasan suatu organisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan, sehingga hanya sedikit orang yang mampu mendapatkannya.
Р Kemiskinan dapat membatasi kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan mencapai suatu sosial tertentu.

Р Perbedaan jenis kelamin dalam masyarakat juga berpengaruh terhadap prestasi, kekuasaan, status sosial, dan kesempatan-kesenmpatan untuk meningkatkan status sosialya.

4.      Beberapa bentuk mobilitas sosial

a.         Mobilitas sosial horizontal
Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat.Tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam mobilitas sosialnya.

b.        Mobilitas sosial vertikal
Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan individu atau objek-objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat.Sesuai dengan arahnya, mobilitas sosial vertikal dapat dibagi menjadi dua, mobilitas vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas sosial vertikal ke bawah (social sinking).

Ð Mobilitas vertikal ke atas atau social climbing mempunyai dua bentuk yang utama
·  Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi. Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, di mana kedudukan tersebut telah ada sebelumnya.
·  Membentuk kelompok baru. Pembentukan suatu kelompok baru memungkinkan individu untuk meningkatkan status sosialnya, misalnya dengan mengangkat diri menjadi ketua organisasi.

Ð Mobilitas vertikal ke bawah ( Social sinking )
Mobilitas vertikal ke bawah mempunyai dua bentuk utama.
·  Turunnya kedudukan. Kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah.
·  Turunnya derajat kelompok. Derajat sekelompok individu menjadi turun yang berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan.

5.      Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial
Р Mobilitas sosial dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.
Р Perubahan kondisi sosial
Р Ekspansi teritorial dan gerak populasi
Р Komunikasi yang bebas
Р Pembagian kerja
Р Kemudahan dalam akses pendidikan

6.      Saluran-saluran mobilitas sosial
Р Angkatan bersenjata
Р Lembaga-lembaga keagamaan
Р Lembaga pendidikan
Р Organisasi ekonomi

7.      Dampak mobilitas social
Gejala naik turunnya status sosial tentu memberikan konsekuensi-konsekuensi tertentu terhadap struktur sosial masyarakat.
Konsekuensi-konsekuensi itu kemudian mendatangkan berbagai reaksi.Reaksi ini dapat berbentuk konflik.Ada berbagai macam konflik yang bisa muncul dalam masyarakat sebagai akibat terjadinya mobilitas.

Dampak negatif
Ð Konflik antarkelas
Ð Konflik antarkelompok sosial
Ð Konflik antargenerasi
Ð Penyesuaian kembali

Dampak positif
Ð Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas.
Ð Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.

C. KELEBIHAN BUKU
Ö Ditinjau dari segi isi :
µ Buku ini diperjelas dengan gambar – gambar serta kata – kata yang mudah di pahami  oleh siswa sehingga akan mempermudah siswa dalam mempelajari Sosiologi.
µ Buku ini delengkapi oleh Glosarium, yang akan memudahkan mencari istilah – istilah Sosiologi secara keseluruhan pada buku ini.
µ Dilengkapi latihan ulangan umum setiap bab maupun di semester, indeks.
µ Topik disajikan secara mendetail.
µ Tugas dirancang untuk mendukung proses belajar agar siswa mencapai kompetensi yang diharapkan.

Ö Aspek Bahasa
Umumnya bahasa yang digunakan dalam buku ini cukup mudah dipahami bagi para peserta didik.

Ö Aspek teknis
Gambar dalam buku ini tersusun rapi, sehingga tak perlu khawatir dan bingung dalam konteksnya.

D. KEKURANGAN BUKU
Buku ini dalam menjelaskan suatu materi terlalu serius sehingga siswa akan cepat bosan membaca buku tersebut.

E. SARAN
Berdasarkan Kekurangan buku ini seharusnya penulis lebih memperhatikan penjelasan materinya agar lebih menyenangkan dan tidak membuat siswa bosan membaca buku tersebut

F. PENUTUP
Buku materi Sosiologi untuk SMA Kelas XI Semester 1 ini di arahkan untuk membantu para peserta didik dan guru dalam proses belajar mengajar sosiologi. Oleh karena itu buku ini disusun dengan materi yang lengkap dan terpadu, meskipun di dalamnya masih perlu banyak pembenahan dalam percetakan khususnya.

Monday, February 14, 2011

Karangan Yang Baik


Mengarang adalah kemampuan berkomunikasi melalui bahsa yang tingkatannya paling tinggi. Empat jenjang kemampuan berbahasa ynag melekat pada setiap manusia normal adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis atau mengarang. Ciri-ciri karangan yang baik yakni ;
  1. Berisi hal-hal yang bermanfaat
Karangan yang bisa memenuhi kebutuhan pembaca akan dapat penghargaan masyarakat. Sangat mungkin karangan itu tidak begitu mendalam, tetapi memberikan manfaat langsung bagi pembaca.
  1. Pengungkapan jelas
Pengungkapan yang jelas dapat ditandai dengan mudahnya sebuah karangan dicerna pembaca. Dengan pengungkapan yanh semakin jelas, sebuah tulisan akan semakin mudah diikuti.
  1. Penciptaan kesatuan dan pengorganisasian
Karangan yang mampu menciptakan kesatuan dan sekaligus terorganisasi dengan baik ditandai oleh mudahnya pembaca memahami karangan. Sebaiknya karangan langsung menjelaskan inti permasalahan dan tidak berbelit-belit.
  1. Efektif dan efisien
Yang dimaksud dengan efektif dan efisien  adalah pengungkapan suatu maksud dengan mengutamakan efisiensi dan efektifitas, yaitu dengan menggunakan kalimat dan kata-kata yang ringkas, namun dapat menjangkau makna yang luas.
  1. Ketepataan penggunaan bahasa
Karangan yang baik juga ditentukan oleh penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa yang baik dan benar akan meningkatkan bobot karangan. Hal yang tercakup di dalamnya adalah kesanggupan pengarang untuk memenuhi berbagai kaidah berbahasa Indonesia secara tepat. Pembentukan kata, penyusunan kelompok kata, penyusunan kalimat, serta penguasaan ejaan dan tanda baca harus memadai.
  1. Ada variasi kalimat
Variasi yang berkaitan dengan penggunaan bahasa dalam karangan adalah penyusunan kalimat panjang dan pendek secara berselang-seling.
  1. Vitalitas
Karangan yang baik biasanya penuh tenaga dan kaya dengan potensi. Kandungan kekuatan dalam karangan itu menjadikan pembaca merasa bahwa si penulis hadir di dalam karangan yang ditulisnya.
  1. Cermat
Karangan yang baik memperahatikan masalah kecermatan. Hal-hal kecil, seperti titik dan koma tidak boleh dianggap sepele apalagi diabaikan. Kecermatan juga sangat diperlukan ketika memilih kata maupun menyusun kalimat.
  1. Objektif
Mengarang adalah mengungkapkan sesuatu secara jujur, tidak dimuati emosi, dan realistis. Pengungkapan harus runtut dan teratur. Selain itu, uraian harus mencerminkan bahwa pengarang benar-benar menguasai dan menghayati permasalahan yang diuraikannya.

Friday, February 4, 2011

Pentingnya Pendidikan dalam Islam


Bismillahirrahmanirrahim………
Assalamu'alaikum wr. wb.

Rabbisyarohli sodri, wayassirli amri, wahlul 'uqdatanmillisani, yafqohu qouli.
Segala puji & syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat & hidayah-Nya, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat.
Sholawat serta salam kita tujukan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa wahyu Ilahi agar kita senantiasa berada pada jalan yang benar.
Rekan-rekan sekalian yang dirahmati Allah swt, pendidikan merupakan hal penting bagi manusia, karena pendidikan berkaitan dengan nilai diri manusia, terutama dalam mencari nilai itu sendiri. Dengan pendidikan manusia akan mempunyai banyak keterampilan dan kepribadian. Keterampilan dan kepribadian merupakan sekian banyak dari proses yang dialami manusia untuk menjadi makhluk yang bekualitas baik fisik maupun mental.
Dalam artian disini yaitu pendidikan bukan hanya sekedar transfer ilmu, tetapi juga transfer nilai, dengan adanya transfer ilmu dan nilai-nilai yang baik, dimungkinkan manusia menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga cerdas akhlaknya. Dalam surat Al-Mujadalah : 11 dikatakan bahwa;
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al Mujadalah: 11).
Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa ilmu saja tidak ada artinya dan keimanan saja juga belum cukup, tetapi jika kedua variable antara ilmu pengetahuan/ kecerdasan intelektual dan keimanan/ spiritual sudah  menjadi kesatuan yang utuh ditambah lagi dengan kecerdasan emosional, maka manusia akan mencapai tujuan mulia dan derajat yang tinggi di hadapan Allah swt.
Rekan-rekan sekalian yang dirahmati Allah swt. pendidikan pada awalnya berasal dari Yang Maha Mendidik yaitu Rabb alam semesta ini. Selain Allah mendidik, Allah juga memelihara makhluknya diantaranya dengan menurunkan kitab-kitab suci sebagai bahan bacaan dan bahan referensi dalam menyikapi berbagai kejadian dan fenomena alam.
Allah mengutus para rasul-Nya juga untuk mendidik manusia menjadi makhluk yang baik, makhluk yang mau dan tahu akan Tuhannya, makhluk yang paham kepada siapa harus mengabdi dan menyembah.
Dengan adanya para Rasul dan adanya Kitab yang dibawanya, kemudian diajarkan, maka manusia yang mau menerima pengajaran tersebut dan mengaplisasikannya dalam kehidupan sehari-hari akan mendapatkan hikmah dan juga terhindar dari kesesatan. Hal ini dapat dicermati dari firman Allah surat Al-Jumuah : 2 bahwa ” Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Dengan demikian, pendidikan dalam islam bertujuan untuk membentuk dan mewujudkan peserta didik yang berkualitas, beribadah dengan ikhlas karena Allah dan menjadikan Allah satu-satunya tempat menyembah dan bergantung. Pada intinya, pendidikan dalam Islam berusaha meluruskan tujuan manusia yang sesungguhnya, tujuan tersebut adalah mencapai keridhoan Allah swt.
Demikian yang dapat saya sampaikan, kebenaran hanya datang dari Allah, sedangkan kesalahan semata-mata atas kekurangan dari diri saya pribadi.

Wassalamu'alaikum wr.wb.