Powered by Blogger.

Other Recent Articles

Subscribe

Enter your email address below to receive updates each time we publish new content..

Privacy guaranteed. We'll never share your info.

Feature Posts

Archive

Random Post

Rating for homework-student.blogspot.com Check google pagerank for homework-student.blogspot.com

Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Sunday, May 8, 2011

Sa’labah yang Ingkar


Sa’labah dikenal sebagai seorang yang taat beribadah, tetapi ia sangat miskin. Suatu hari, ia berkunjung ke tempat Rasulullah saw. untuk mengadukan nasibnya tersebut dan memohon kepada beliau agar mau mendoakan  supaya dia diberi harta kekayaan. Mendengar permohonan itu Rasulullah saw. Bersabda, “Hai Sa’labah, sesungguhnya harta yang sedikit, tetapi disyukuriitu lebih baikdaripadaharta yang banyak tetapi tidak bisa mensyukurinya.” Sa’labah pulang dengan kecewa.

Keesokan harinya ia datang kembali dengan permintaan yang sama. Karena memaksa, akhirnya Nabi saw. mengabulkan permintaannya. Beliau berdoa kepada Allah swt. agar Sa’labah dikaruniai harta kekayaan. Akhirnya Allah pun mengabulkan permintaan beliau tersebut.

Sa’labah kini telah berubah, ia menjadi seorang yang kaya raya, kambing-kambing peliharaannya berkembang dengan pesat. Namun, ia tidak bisa mensyukuri, bahkan jauh dari Allah swt. ia tidak lagi rajin beribadah dan sering meninggalkan shalat.

Pada suatu saat Nabi saw. bertanya kepada para sahabat, “Kemanakah Sa’labah?” Mereka menjawab, “Sa’labah disibukkan dengan kambing-kambingnya di tempat penggembalaan.” Kata Nabi saw., “Celakalah Sa’labah.”

Pada hari yang lain Nabi saw. mengutus dua orang untuk meminta zakat kepada Sa’labah, tetapi ia tidak mau memberikan zakatnya, bahkan mengejek kedua utusan itu. Setelah keduanya melaporkan kejadian tersebut kepada Nabi saw., beliau bersabda, “Sungguh celakalah Sa’labah.”

Demikianlah keingkaran Sa’labah terhadap nikmat Allah swt. Akhirnya, ia meninggal dunia dalam keadaan dimurkai Allah swt.

Sunday, April 24, 2011

Penyakit Orang-orang Modern


Sebenarnya ilmu ini saya peroleh dari buku best seller  yang membuat saya tergugah. Buku ini merupakan karya ke-2 dari ”ARI GINANJAR AGUSTIAN” yakni ESQ POWER.

Ok. Kembali pada tema, penyakit orang-orang modern biasa juga disebut Penyakit Spiritual. Menurut buku favorit saya ini, penyakit spiritual seperti halnya “banyak orang-orang yang sukses tapi tidak bahagia”, mereka merasakan kehampaan serta kekosongan. Penyakit spiritual menjadi bayang-bayang kehidupan orang sukses. For example, umumnya dari mereka itu menyadari telah menaiki tangga yang salah, setelah mencapai puncak tertinggi anak tangga karirnya. Ternyata pada akhirnya semua yang mereka dapatkan (uang,harta,kehormatan, kedudukan) bukanlah sesuatu yang mereka cari selama ini.

Percuma saja sukses tapi kita tidak bisa mendapat kebahagiaan dari kesuksesan yang telah didapat. Sukses yang sebenarnya dalam kehidupan bukan hanya menyangkut intelektual, yang kemudian dapat menciptakan kesempatan untuk memperoleh kefudukan, kehormatan, tetapi juga memerlukan EQ kemudian semua itu dapat diberdayakan lebih maksimal apabila emosi yang mengelilinginya dalam keadaan terkendali oleh motivasi spiritual. Sederhananya, kita harus menyelaraskan dimensi rasionalitas (IQ), mentalitas (EQ), dan spiritualitas (SQ).

Saturday, March 19, 2011

KEHEBATAN SEORANG IBU


Ia rela memberikan cinta kasihnya kepada orang yang dicintai,

memberikan tubuh dan hatinya untuk suami tercinta,

memberikan rahimnya untuk menampung sebuah kehidupan baru,

Ia rela mengorbankan nyawanya untuk melahirkan,

Mengorbankan semua waktu dan tenaganya untuk merawat anaknya,

tidak mengeluh saat membersihkan popok anaknya tanpa rasa jijik sekalipun,

tidak pernah mengatakan untung rugi untuk anaknya tercinta…

walau derita harus ditanggungnya karena perlakuan suaminya,

Ia tetap tersenyum dan tegar melewati hidupnya….

walau pun akhirnya suaminya meninggalkannya…



Ia tidak pernah menyesali semuanya…

Ia dengan sekuat tenaga membesarkan anaknya…

Memberi nafkah bagi anak-anaknya…

tak sekalipun terpikir untuk kembali menikah…

Tetap menjadi ibu dan ayah bagi anak-anaknya…

Tiada sedikitpun berkata tentang kesepiannya…

tiada sedikit pun mengeluhkan beratnya kehidupan…

Bekerja tanpa lelah, hanya demi anak-anakanya tercinta…

memberikan yang terbaik untuk anaknya makan dahulu…

dan menyisakan yang jelek bagi dirinya sendiri…

Dengan tangan-tangannya yang telah letih…

tetapi bersemangat memberikan kehangatan bagi anaknya…

suaranya yang merdu melantunkan kidung nyanyian yang indah,

menemani tidur anak-anaknya.


Kini aku telah dewasa,

ibuku masih tetap tegar seperti biasanya,

seorang diri tanpa suami disisinya,

menjalani hidup dengan bersyukur dan terus bersyukur,

dimatanya tetap anak-anaknya lah tumpuan hatinya,

dan di mata anak-anak, Ibulah pahlawan bagi kami…

cinta ibu yang tulus pada anaknya tak pernah padam…..

walau kerut diwajah telah tidak lagi sedikit,

tangan-tangannya yang lembut, kini telah penuh keriput,

tetapi masih memberikan kehangatan yang sama,

tetap bersahaja sampai akhir hayatnya.


Ditengah sakitnya yang parah sebelum pergi untuk selama-lamanya, Ia memberikan pesan bagi kami:


“Jangan kalian benci ayah kalian sendiri, wahai anak-anakku tercinta!”

“karena tanpanya maka kalian tidak akan pernah lahir di dunia”

“Ia lebih memilih hidupnya sendiri… tetapi bagaimanapun Ia adalah orang yang paling ku sayangi di dunia ini, dan Ia adalah ayahmu sendiri”

“Bila suatu saat Ia kembali, mohon katakan aku tidak pernah sedikitpun membencinya, rawatlah bila Ia sakit”

“Maka Ibu akan benar-benar bahagia dan selalu memberikan restu untuk kalian semua….”


Kisah renungan ini fiktif adanya,

tetapi mungkin di dunia ini ada kejadian yang persis sama dengan cerita ini.

Anda dapat melihat dan merenung, dari posisi mana anda berada.

tidak perlu di bahas panjang lebar, tetapi dapat diselami untuk di jadikan suatu pelajaran…..

Monday, February 21, 2011

Apa Kata Mereka Tentang Muhammad SAW ???


Tulisan ini mencoba memberikan persepsi lain atas Muhammad (SAW) dari orang2 yang bukan pengikut-Nya. 

ENCYCLOPEDIA BRITANNICA
“Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya (jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)”

MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA)
“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”

Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)
“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris – bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.” “Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad – sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ‘sang penyelamat kemanusiaan’.” “Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini” “Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan social dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang. Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”

MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)
Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamartine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: “Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hokum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri. Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa. Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”

K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam”
Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan. Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.

PROF. (SNOUCK) HURGRONJE:
Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa. Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan – dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.

SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu,
IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):
Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di
setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: ‘Allah Maha Besar’…Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.

DIWAN CHAND SHARMA:
“Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnyadirasakkan dan tak
pernah dilupakan orang-orang terdekatnya. (D.C. Sharma, THE PROPHETS OFTHE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)

James A. Michener, “Islam: The Misunderstood
Religion,” in READER’S
DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.
Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam,
dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak
kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah.
Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan
melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahunlebih tua Muhammad
menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.”Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi “Baca” adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun sampai saat inidiyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis – dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: “Tiada tuhan selain Tuhan.”"Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: “Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.”Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuila bahwa Ia hidup selamanya”. (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 )


Source


(T.A.S)
http://www.facebook.com/group.php?gid=144536048239

Thursday, December 23, 2010

KEISTIMEWAAN SHALAT


Shalat adalah tiang agama, anugerah yang amat besar oleh Allah untuk manusia, utamanya mereka yang ingin mendirikannya. Dan sadarkah kita bahwa dalam shalat terdapat sikap dan sifat-sifat yang sangat mulia. Berikut ini saya paparkan
  • Sikap yang dilakukan dalam shalat serta manfaatnya
  • Sikap berdiri (34 kali) :  Melatih Kemandirian.
  • Sikap Ruku (17 kali)   :  Melatih kerendahan hati.
  • Sikap I’tidal (17 kali)  :  Melatih untuk bersikap teguh dan mampu bangkit kembali.
  • Sikap Sujud (34 kali)  :  Melatih untuk selalu mengabdi hanya kepada-Nya.

    Sifat-sifat mulia yang dapat diperoleh dalam shalat
    • Takbir (94 kali) :  Menyebut kebesaran Allah, menghasilkan semangat.
    • Tasbih (51 kali) :  Menyebut kesucian Allah, menghasilkan transparansi.
    • Tawajjuh (5 kali)  :  Menyebut doktrin Tauhid, menghasilkan prinsip.
    • Al-Fatihah (17 kali) :  Menghasilkan evaluasi diri.
    • Surat-surat (10 kali) :  Sesuai kebutuhan dan situasi.
    • Saami’ Allah (17 kali) :  Maha mendengar, menghasilkan sikap empati.
    • Rabbana (17 kali) :  Menyebut ketinggian-Nya, menghasilkan keikhlasan.
    • Doa duduk (17 kali) :  Menekankan pentingnya derajat, rezki dan kesehatan, serta                   menghasilkan kesadaran pentingnya perjuangan.
    • Attahiyat (9 kali) :  Mengakui keberkahan milik Allah, menghasilkan rasa ikhlas.
    • Assalam (9kali) :  Menghasilkan kesabarab untuk menyebarkan kedamaian.
    • Syahadat (9 kali) :  Menghasilkan kesadaran untuk membangun komitmen dan    misi 
    • Shalawat (9 kali) Menghasilkan sikap berterima kasih.
    • Taslim (5 kali) :  Menghasilkan sikap peduli pada lingkungan
    ALLAHU AKBAR !!! Betapa hebatnya manfaat yang dapat diperoleh dengan melaksanakan shalat. Akan tetapi semua itu akan terlihat sia-sia, apabila shalatnya tidak lillahi ta’aala. Seperti dalam surah Al Maa’uun (bantuan) 107 : 4-6
    Maka celakalah bagi orang yang melakukan shalat, (yaitu) orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang riya……

    Friday, November 26, 2010

    Ada "Kehidupan" Dalam Ayat-Ayat Al Qur'an


    Penggambaran merupakan instrumen utama dalam gaya bahasa Al-Qur’an. Ia diungkapkan dengan gambar inderawi imajinatif tentang makna intelektual dan kondisi jiwa; tentang peristiwa yang terindera dan fenomena yang terlihat; tentang model manusia dan karakter manusia.
    Ia menampilkan sebuah gambaran yang membentuk sebuah kehidupan yang aktif atau gerakan-gerakan yang aktual. Makna intelektual dinyatakan dalam bentuk atau gerakan. Kondisi jiwa dinyatakan dalam fenomena atau secara teatrikal. Model manusia dinyatakan dalam sesosok manusia yang benar-benar hidup. Karakter manusia dinyatakan secara fisikal.
    Peristiwa dan fenomena, cerita dan pemandangan, menampilkan sosok-sosok yang benar-benar hadir; di sana ada kehidupan, di sana ada gerakan-gerakan. Apabila di sana terdapat dialog maka ia berlangsung dengan melibatkan segenap unsur imajinasi. Implikasinya, sewaktu seseorang membaca atau mendengarkan ayat-ayatnya maka ia menjadi lupa bahwa ayat-ayat tersebut adalah kalimat-kalimat yang dibaca atau perumpamaan-perumpamaan yang disuguhkan. Sebaliknya, ia merasakan gerakan-gerakan, pemandangan, atau peristiwa yang benar-benar nyata.
    Disini ada kehidupan, bukan kisah tentang kehidupan!!
    Apabila kita menyadari bahwa semua itu ternyata hanyalah huruf-huruf dan lafazh-lafazh yang diam, yang tidak berwarna-warni dan tidak pula bersosok, maka kita pun sadar bahwa itu merupakan sebagian dari rahasia kemukjizatan dalam gaya pengungkapan Al-Qur’an.
    Penggambaran dalam Al-Qur’an meliputi penggambaran dengan warna, gerakan, realitas dan aktualitas, yang kebanyakan muncul bersama-sama dengan deskripsi, dialog, denting kata-kata, lantunan ungkapan, dan irama susunan kalimat, yang semuanya memunculkan gambaran-gambaran yang dapat diindera dengan mata dan telinga, rasa dan imajinasi, pikiran dan perasaan.

    CONTOH MAKNA INTELEKTUAL YANG DITAMPILKAN DALAM BENTUK GAMBARAN INDERAWI
    1. Tidak akan pernah diterimanya orang-orang kafir dan juga kemustahilan masuk surga bagi mereka: ibarat mustahilnya unta bisa masuk ke dalam lubang jarum. (QS Al-A’raf : 40)
    2. Musnahnya seluruh amalan yang  pernah diperbuat oleh seseorang apabila dia menjadi kafir: ibarat debu-debu yang beterbangan (QS Al-Furqan : 23) atau abu yang diterpa angin badai. (QS Ibrahim : 18)
    3. Sia-sianya sedekah yang disertai dengan makian atau sesuatu yang menyakitkan : ibarat debu yang terdapat di atas batu lalu diguyur oleh hujan deras. (QS Al-Baqarah : 264)
    4. Sebaliknya, keberkahan dan manfaat dari bersedekah yang didasarkan pada niatan untuk menggapai ridha Allah : ibarat kebun yang subur dengan buahnya yang berlimpah ruah. (QS Al-Baqarah : 265)
    5. Sia-sianya memohon kepada tuhan-tuhan selain Allah : ibarat orang yang membentangkan kedua telapak tangannya pada permukaan air lalu pada saat yang sama ingin menyentuhkan mulutnya ke air tersebut. (QS Al-Ra’du : 14)
    6. Sia-sianya permohonan orang-orang kafir: ibarat orang yang memanggil orang yang tidak bisa mendengar. (QS Al-Baqarah : 171)
    7. Lemah dan rapuhnya berwali pada selain Allah : ibarat laba-laba yang membangun rumahnya yang rapuh itu. (QS Al-‘Ankabut : 41)
    8. Celakanya orang yang syirik kepada Allah : ibarat sesuatu yang jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterpa oleh angin ke tempat yang jauh. (QS Al-Hajj : 31)

    CONTOH KONDISI KEJIWAAN YANG DITAMPILKAN DALAM BENTUK GAMBARAN INDERAWI
    1. Tersesatnya jiwa orang yang syirik kepada Allah : ibarat disesatkannya seseorang oleh syaithan di suatu tempat yang menakutkan dalam keadaan bingung dan linglung. (QS Al-An’am : 71)
    2. Kondisi jiwa-jiwa yang memperturutkan hawa nafsu setelah sebelumnya memperoleh pengetahuan : ibarat anjing yang menjulurkan lidahnya setiap saat, baik tatkala dihalau ataupun tidak. (QS Al-A’raf : 176)
    3. Kondisi seseorang yang jiwanya tenang tatkala memperoleh kebaikan namun resah dan menggerutu tatkala ditimpa cobaan : ibarat orang yang berdiri di atas satu sisi sempit. (QS Al-Hajj : 11)
    4. Kondisi jiwa-jiwa yang masih tersesat dan belum dipersatukan dalam iman : ibarat orang-orang yang berada di tepi jurang neraka. (QS Ali ‘Imran : 103)
    5. Jiwa yang tidak melandaskan pembangunan tempat ibadahnya pada taqwa, keridhaan Allah dan kebaikan : seperti orang yang mendirikan bangunan di tepi jurang yang longsor sehingga seketika itu juga dia turut jatuh terperosok ke dalam jurang yang longsor itu. (QS Al-Taubah : 109)
    MODEL MANUSIA
    Pemodelan manusia ditampilkan secara mudah dan ringkas, yakni biasanya hanya dengan satu atau dua kalimat, namun sudah membentuk model sesosok manusia yang hidup, nyata, dan penuh dengan cita rasa inderawi.
    Pemodelan ini mengambil gambaran-gambaran yang alami dan asasi sehingga tidak akan pernah lekang oleh zaman, berlaku dalam segenap masyarakat dan budayanya, serta melampaui batas-batas zaman dan generasi.
    Contoh:
    1. Model manusia yang hanya mendekat dan memohon kepada Allah tatkala ditimpa penderitaan, namun jika sudah terlepas dari penderitaan maka dia menjauh dari-Nya seolah-olah tidak pernah memohon kepada-Nya.
    2. Model manusia yang lemah aqidahnya. Ia tetap memegang aqidahnya tatkala mendapatkan kebaikan. Namun jika ia mendapat cobaan maka ia lepaskan aqidahnya itu.
    3. Model manusia yang hanya mengakui kebenaran jika itu datang dari dirinya, namun jika kebenaran itu datang dari atau terdapat pada orang lain maka dia mengingkarinya.
    4. Model manusia yang lari dari kebenaran karena dalam dirinya merasa tinggi hati namun sekaligus lemah. Ketinggian hati membuatnya menolak kebenaran sementara ia lemah karena tidak mampu menghadapi tantangan kebenaran itu.
    5. Model manusia yang lari dari kebenaran dengan cara yang hina.
    6. Model manusia yang penampilannya menakjubkan dan mengagumkan padahal hatinya busuk.
    7. Model manusia yang suka dipuji-puji atas sesuatu yang tidak ia lakukan. (menaraislam.com)